Cerita Generasi GAR

.

Cerita Generasi GAR merupakan sebuah cerita pilihan dari para penerima beasiswa Generasi GAR dari angkatan pertama sampai terakhir yang terus mengukir prestasi.

Berikut adalah cerita mereka

Angga Purnajiwa, Mendulang Prestasi Hingga Kancah Internasional

I Gede Angga Purnajiwa Arimbawa atau kerap disapa Angga merupakan mahasiswa Universitas Udayana Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam  (MIPA) yang berhasil meraih Beasiswa Generasi GAR Batch 7.

Pria yang juga aktif di Himpuan Mahasiswa Fakultas MIPA tersebut, tak pernah menyangka bahwa Ia akan mewakili Universitas Udayana dalam Kompetisi International Innovation, Creativity, and Technology Exchibition di Malaysia tahun 2019 dan berhasil meraih Golden Award pada Tingkat Internasional.

Bagi Angga penghargaan dikancah Internasional tersebut sebagai wujud dedikasi Angga kepada BPR GAR, Ia bersyukur dan berterima kasih karena Beasiswa Generasi GAR menjadikan Angga semakin bersemangat untuk meraih prestasi.

Tidak hanya di kancah Internasional, Angga juga berhasil meraih prestasi di kancah Nasional seperti , Juara I Seleksi Daerah Calon Peserta Kompetisi ASEAN Skill Competition (ASC) XII tahun 2017 Bidang Web Design, Finalis Kompetisi Joints 2018 Bidang Apps Innovation dan Runner Up 1 Bagus FMIPA 2016.

Angga berpesan bagi para Generasi GAR Baru

 “ untuk tekun belajar dan berusaha, jangan patah semangat dan jadilah yang terbaik”

——————————-

Artha Sudiarsana, Petani Jamur dari Generasi GAR

Artha begitu ia akrab di sapa, mahasiswa lulusan Universitas Udayana Fakultas Pertanian Agribisnis angkatan 2013 merupakan peraih Beasiswa Generasi GAR Batch 4.

Artha mengawali usahanya pada usia yang cukup muda, yaitu 21 tahun dimana ia masih duduk dibangku kuliah. Ia tak pernah menyangka akan terjun menjadi petani muda. Modal awal usaha ia dapatkan dari living cost yang ia dapat dari Beasiswa Generasi GAR. Usahanya di budidayakan di kampung halamannya yaitu di Desa Pidpid Karangasem yang bernama “Gede Jamur”. Untuk saat ini jamur yang dibudidayakan adalah jamur tiram dan jamur kuping.

Dalam menjalankan usahanya, ia banyak dibantu oleh Ibu-ibu di desanya, dengan harapan bahwa ini merupakan suatu cara untuk mengurangi pengangguran dan meningkatkan standar kerja warga di desanya, hal ini juga sejalan dengan misi BPR GAR yaitu #Specialforyou

Tak berhenti sampai disana, Artha di dapuk menjadi Duta Petani Muda oleh lembaga pangan Oxfam, Agri Pro Focus dan KRKP.  Sebagai seorang wirausaha Ia tak pernah melupakan janji para Generasi GAR, yaitu :

“ Jika jadi pengusaha tidak menipu, jika jadi pejabat tidak korupsi “

 

——————————-

Gita Sastrawan, Mengepakan Sayap Hingga Kancah Internasional.

Mahasiswa Universitas Udayana Fakultas Kedokteran, I Gede Gita Sastrawan atau Gita begitu ia akrab disapa. Ia adalah penerima Beasiswa Generasi GAR Batch 7 yang kita sedang menjalani masa Koas di Rumah Sakit Sanglah.

Tahun 2020 adalah awal bagi Gita untuk melebarkan sayapnya hingga kancah Internasional. Gita melalukan sebuah penelitian berjudul “Prevalence and Risk Factors of Soil Transmitted Helminths Infection among Primary School Students in Seraya Timur Village” dimana penelitian tersebut bertujuan untuk mengevaluasi program pemberian obat cacing yang dilakukan dinkes Karangasem. Siapa sangka penelitian tersebut lolos seleksi dalam ajang konferensi internasional yaitu “3rd Global Experts Meeting On Infectious Diseases” yang dilaksanakan di Bangkok Thailand 27-28 Januari 2020.

Tak hanya berhenti sampai disana, Gita dan I Gusti Ngurah Bagus Rai Mulya Hartawan yang juga merupakan peraih Beasiswa Generasi GAR Batch 7, berhasil meraih Juara I dikancah Nasional dalam kegiatan Scientific Atmosphere 12 di cabang lomba Research Paper Congress yang diadakan oleh Universitas Udayana pada tanggal 7-9 Februari 2020.

Kami Siap Membantu

Silahkan langsung klik untuk menghubungi kami

Hubungi kami

Silahkan isi kolom dibawah agar personal banking officer kami dapat segera menghubungi Anda