December 4, 2020

Strategi BI Agar UMKM Naik Kelas: Peningkatan Kapasitas hingga Akses Pembiayaan

Bank Indonesia (BI) ikut berupaya mempercepat UMKM merambah digital dan mudah mendapatkan akses pembiayaan. Keinginan tersebut dianggap bisa membuat pelaku usaha tersebut cepat naik kelas.

Direktur Departemen Pengembangan UMKM dan Perlindungan Konsumen BI, Bandoe Widiarto, mengatakan strategi yang dilakukan salah satunya adalah peningkatan kapasitas melalui pelatihan. Ia merasa hal itu bisa mempercepat usaha ultra mikro menuju mikro, mikro menuju kecil, dan seterusnya.

“Program apa yang kita lakukan tentunya di situ on boarding UMKM sangat penting, kita ada program mulai basic sampai intermediete. Ini tentunya bekerja sama juga dengan berbagai pihak tujuannya supaya mereka bisa menyesuaikan dengan kondisi digitalisasi,” kata Bandoe saat webinar yang digelar KoinWorks, Kamis (3/12).

Bandoe mengatakan dengan sudah merambah akses digital, maka UMKM bisa menjangkau marketplace. Pelatihan yang digelar BI akan diikuti dengan pendampingan agar upaya tersebut maksimal.

“Dia juga kualitasnya semakin bagus dengan program kurasi dan yang penting lagi dikapasitas itu kita menekankan pentingnya mentoring sama pendampingan. UMKM tidak akan bisa maksimal ketika hanya dilatih, UMKM perlu ada pendampingan,” ujarnya.

Bandoe mengungkapkan langkah berikutnya adalah membantu menghubungkan ke akses pembiayaan. Ia merasa sudah banyak pembiayaan yang disediakan untuk UMKM. Namun, sumber pembiayaan tersebut harus diatur baik-baik khususnya sesuai kebutuhan UMKM.

“Nah pembiayaan itu bagaimana kita bisa mencomblangin atau mematchingkan antara kebutuhan UMKM dan lembaga keuangan. Kita tahu bahwa sumber-sumber pembiayaan banyak di Indonesia mulai dari yang sifatnya dana murah, sampai dana komersial. Ada CSR, ada bergulir dan lainnya,” katanya.

“Tapi di sini yang paling penting adalah bagaimana supaya skema-skema yang ada cocok dari kebutuhan masyarakat atau UMKM supaya tidak terjadi tumpang tindih,” kata dia menambahkan.Bandoe menuturkan strategi berikutnya menggabungkan UMKM yang sejenis baik dari jenis usahanya maupun berdasarkan lokasinya. Ia merasa dengan bergabungnya UMKM seperti itu akan membuat kinerjanya lebih efisien.

“Di situ menjadi titik lemah yang harus kita perbaiki karena dengan UMKM itu sendiri-sendiri, tidak berkelompok, tentunya lembaga keuangan akan menganggap ini tidak layak dibiayai karena ada risiko. Nah di situlah akan ada program untuk pemberdayaan kelompok,” tutur Bandoe.

Update Berita Lainnya

February 17, 2021
Gowes Bareng Karyawan Bank GAR di Masa Pandemi
February 17, 2021
Bank GAR Rayakan HUT ke-12 Tumbuh dan Berkembang di Masa Pandemi
February 17, 2021
Perhatikan Hal Ini Jika Ingin Berhasil Memasarkan Produk Lokal
December 30, 2020
Lima Skill yang Dibutuhkan di Tahun 2021
December 29, 2020
Begini Cara Belanja Efektif dan Hemat Saat Pandemi Covid-19
December 7, 2020
Tips Menjaga Kesehatan Tubuh di Musim Penghujan Saat Pandemi